Jumat, 14 Agustus 2020
Al-Qur'an membahas tentang rahim
Kamis, 13 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020
Berternak ayam kampung petelur , langkah jitu meningkatkan ekonomi di masa new normal
Senin, 10 Agustus 2020
Mukjizat Al-Qur'an 'Dan kami jadikan tanda siang itu terang'
Mukjizat Al-Qur'an tentang Rotasi Bumi
Minggu, 09 Agustus 2020
Mengenal Listrik
Oleh : Rahma Wati Matondang (KKL IAIN PADANGSIDIMPUAN 2020)
A. Listrik Dinamis
Listrik dinamis mempelajari tentang muatan-muatan listrik yang bergerak, yang disebut sebagai arus listrik
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mendengarkan radio, menonton televisi, menggunakan kulkas, setrika listrik dan lain-lain. Penggunaan alat-alat tersebut memerlukan listrik. Arus listrik terjadi karena adanya perpindahan muatan-muatan listrik. Listrik dibedakan menjadi listrik statis (listrik tak mengalir) dan listrik dinamis (listrik mengalir). Listrik statis merupakan bagian dari ilmu listrik yang mempelajari sifat-sifat muatan listrik. Muatan listrik berkaitan langsung dengan susunan zat suatu benda. Semua benda tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil yang disebut atom. Atom terdiri atas inti atom atau nukleus dan elektron. Inti atom terletak di tengah tengah atom terdiri dari proton dan neutron. Elektron bergerak mengelilingi inti atom. Dari pelajaran listrik statis ini kita dapat mengetahui bahwa elektron adalah muatan listrik yang mudah berpindah-pindah melalui bahan konduktor serta sulit berpindah melalui bahan isolator. Namun demikian, dalam kehidupan sehari-hari pemanfaatan listrik lebih banyak berkaitan dengan muatan listrik yang bergerak (listrik dinamis), baik dirumah, dikantor, di perusahaan maupun di industri kecil dan besar. [1]
1. Arus Listrik
Listrik dinamis atau elektrodinamika berkaitan dengan dengan muatan listrik yang bergerak atau arus listrik. Kata arus berarti aliran atau gerakan kontinyu. Arus listrik analog dengan aliran air. Aliran air terjadi jika ada perbedaan ketinggian atau perbedaan energi potensial. Air mengalir dari tempat tinggi (energi potensial tinggi) ke tempat yang rendah (energi potensial rendah). Demikian halnya arus listrik mengalir karena adanya perbedaan potensial listrik V (V positif dan V negatif). Perbedaan potensial listrik dalam rangkaian listrik ditimbulkan oleh Gaya Gerak Listrik (GGL) dalam sumber arus listrik (misalnya baterai). [2]
Arus ini mengalir pada suatu bahan yang mudah mengalirkan arus listrik yang disebut konduktor. Suatu bahan disebut bersifat konduktif (bahan konduktor) jika di dalamnya terdapat cukup banyak muatan (elektron) bebas. Lawan dari konduktor adalah isolator yaitu bahan yang sukar mengalirkan arus listrik karena kurang atau tidak memiliki elektron bebas. Logam pada umumnya adalah konduktor karena mudah memiliki elektron bebas. Sedangkan bahan bukan logam pada umumnya adalah isolator karena sukar memiliki elektron bebas. Elektron bebas adalah elektron yang tidak terikat pada satu inti atom, atau meskipun terikat, ia merupakan elektron yang letaknya jauh dari inti sehingga hanya mendapatkan gaya tarik yang kecil saja. Elektron bebas ini kemudian, yang akan “mengalir” dalam bahan (kawat) apabila ada perbedaan potensial diantara dua titik pada kawat. Elektron-elektron dalam kawat yang memiliki benda potensial mengalir dari potensial yang lebih rendah (-) ke potensial yang lebih tinggi (+) (Namun dalam baterai yang terjadi justru sebaliknya). Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa arus listrik merupakan gerakan kelompok partikel bermuatan listrik dalam arah tertentu. Arah arus listrik yang mengalir dalam suatu konduktor adalah dari potensial tinggi ke potensial rendah (berlawanan arah dengan gerak elektron).[3]
2. Kuat Arus Listrik
Aliran listrik ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak di dalam suatu penghantar. Seperti yang akan dibahas lebih lanjut, arah arus listrik (I) yang timbul pada penghantar berlawanan arah dengan arah gerak elektron. Muatan listrik dalam jumlah tertentu yang menembus suatu penampang dari suatu penghantar dalam satuan waktu tertentu disebut sebagai kuat arus listrik. Dengan demikian kuat arus listrik (I) didefinisikansebagai “jumlah muatan listrik yang menembus penampang konduktor tiap satuan waktu; atau banyaknya muatan yang mengalir dalam satu detik”, sehingga secara matematis bisa dirumuskan sebagai :
I = Q / t
Dengan I = Kuat Arus (Ampere / A)
Q= Muatan Listrik ( Coulomb / C)
t = Waktu ( Sekon/ s)
Dari definisi, kuat arus dapat dipahami bahwa makin banyak jumlah muatan listrik (elektron) yang bergerak, makin besar pula kuat arusnya. Demikian juga makin besar luas penampang penghantar makin banyak arus elektron yang mengalir. Selain karena pengaruh luas penampang kuat arus listrik ditentukan juga oleh faktor-faktor lainnya seperti beda potensial listrik pada penghantar dan jenis penghantar. [4]
3. Hukum Ohm
Sebagaimana disinggung di muka, arah dari arus listrik berlawanan dengan arah mengalirnya elektron, ketentuan arah arus ini hanyalah merupakan sebuah kesepakatan. Arus listrik sebenarnya adalah aliran partikel bermuatan negative (elektron bebas). Penentuan arah arus ini didasarkan pada kesepakatan historis, karena mula-mula dianggap bahwa adanya arus listrik pada logam itu, disebabkan oleh gerakan muatan positif, sedangkan yang sebenarnya yang bergerak adalah elektron. [5]
Di alam ini tidak ada bahan isolator maupun bahan konduktor yang sempurna yaitu suatu bahan yang sama sekali tidak dapat mengantarkan arus listrik, maupun suatu bahan yang tanpa mempunyai hambatan. Mudah tidaknya suatu arus mengalir pada suatu penghantar dinyatakan dalam Hukum Ohm. Hukum ini berasal dari hasil percobaan George Simon Ohm (1787 – 1854) yang menunjukkan adanya hubungan antara arus, beda potensial dan hambatan: “Kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar berbanding lurus dengan beda potensial antar kedua ujung penghantar tersebut dan berbending terbailk dengan hambatannya”. Secara matematis ditulis:
I = V/R
I= Kuat Arus ( Ampere / A)
V= Beda Potensial ( volt / V)
R= Hambatan ( ohm )
4. Rangkaian Listrik Seri dan Paralel
Rangkaian listrik dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel. Rangkaian komponen listrik yang disusun secara berderet dengan tidak ada cabang pada sumber arus listrik disebut dengan rangkaian listrik seri. Pada rangkaian listrik seri, kuat arus yang mengair pada setiap rangkaian adalah sama sedangkan beda potensial berbeda. Rangkaian paralel adalah rangkaian komponen listrik yang disusun secara sejajar sehingga terbentuk cabang diantara sumber arus listrik. Pada rangkaian paralel arus yang mengalir pada setiap cabang berbeda, sedangkan beda potensialnya sama. [6]
A. Listrik Statis
Sesungguhnya fenomena elektrostatik merupakan pemandangan yang sering kita saksikan sehari-hari. Mungkin di antara Anda pernah mengalami peristiwa ketika menyetrika kain wool, begitu selesai disetrika maka kain wool tersebut menarik rambut-rambut di badan Anda saat kain tersebut didekatkan ke tubuh. Beberapa dari Anda mungkin pernah iseng menggosokkan penggaris plastik pada tangan Anda kemudian mendekatkannya ke rambut teman Anda hingga nampak beberapa helai rambut berdiri karenanya. Atau coba Anda lakukan dengan menggunakan balon, gosokkan ke rambut Anda kemudian tempelkanlah pada dinding, lihatlah apa yang terjadi? Balon akan menempel pada dinding. Dalam skala yang besar fenomena elektrostatik sering Anda lihat pada timbulnya petir akibat loncatan muatan listrik statis di ionosfer. Beberapa contoh tersebut adalah salah satu dari sekian banyak fenomena elektrostatik yang sudah menjadi perhatian manusia sejak ribuan tahun lalu.[7]
Sebagaimana kita ketahui bahwa benda-benda yang kita kenal di sekeliling kita pada umumnya benda non-konduktor yaitu benda bermuatan netral. Ini berarti bahwa jumlah muatan positif dan negatif di dalamnya sama. Dan karena setiap benda terdiri dari atom, maka dengan demikian jumlah muatan elektron akan sama dengan inti atom yang bermuatan positif. Lalu bagaimana suatu benda bisa bermuatan listrik? Salah satu kegiatan percobaan untuk menunjukkan adanya muatan listrik ialah menggosok batang kaca dengan kain sutera sehingga batang kaca menjadi bermuatan negatif. Atau menggosok batang plastik dengan kain wol sehingga batang plastik menjadi bermuatan positif. Bagaimana menjelaskan dua jenis gosokan yang menghasilkan muatan yang berbeda. Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus mengingat kembali teori atom Rutherford dalam ilmu kimia.
Menurut Rutherford atom pembentuk benda tersusun dari sejumlah proton bermuatan positif yang terkonsentrasi di inti dan sejumlah elektron bermuatan negatif menempati sejumlah kulit lintasan yang mengelilingi inti. Benda netral adalah benda yang pada setiap atomnya jumlah proton sama dengan jumlah elektron.
Pada saat suatu benda berinteraksi dengan benda yang lain maka hanya elektron-elektron yang berada pada posisi terluar yang terlibat dalam interaksi tersebut. Elektron-elektron terluar ini biasa disebut elektron valensi. Jika elektron terluar lepas, maka jumlah proton (bermuatan positif) lebih besar dari jumlah elektron sehingga atom menjadi bermuatan positif. Sebaliknya apabila ada elektron yang masuk menempati kulit lintasan, maka jumlah elektron lebih banyak dari jumlah proton, akibatnya atom bermuatan negatif. [8]
Daftar Pustaka
Sunardi, Pendalaman Kompetensi IPA-Fisika untuk SMP/MTs Kelas IX. (Bandung: YRAMA WIDYA), 2006
Zaelani, Bimbingan Pemantapan Fisika untuk SMA/MA, (Bandung: YRAMA WIDYA), 2006
Slamet, A., dkk., Praktikum IPA ( Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas), 2008
[1] Sunardi, Pendalaman Kompetensi IPA-Fisika untuk SMP/MTs Kelas IX. (Bandung: YRAMA WIDYA), 2006
[2] Ibid
[4] Ibid
[5] Slamet, A., dkk., Praktikum IPA ( Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas), 2008
[6] Ibid
[7] Sulistyanto, H & Edy Wiyono, Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas 6 (Jakarta: Yudistira), 2006
[8] Ibid
Parent Day Sebagai Terobosan Pendidikan di Indonesia yang Efektif
Oleh : Rahma Wati Matondang ( KKL IAIN Padangsidimpuan)
A. Kondisi Pendidikan di Indonesia saat ini
Menyangkut masalah pendidikan di Indonesia, A. Qodry Azizy, mantan Dirjen Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI, menyimpulkan bahwa penyebab krisis moral adalah kesalahan pendidikan nasional. Mengutip pendapat H. A. R Tilaar, Qodri menguraikan beberapa kelemahan yang dimiliki sistem pendidikan nasional, yaitu:
1. Sistem pendidikan yang kaku dan sentralistik. Implikasi dari sistem ini adalah uniformitas dari segala bidang , seperti seragam sekolah, kurikulum, materi ujian (UN), system evaluasi, dan sebagainya.
2. Sistem pendidikan nasional kurang mempertimbangkan kenyataan di masyarakat. Masyarakat dipandang sebagai objek daripada subjek pendidikan . Masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam keputusan dan kebijakan pendidikan. Akibatnya, pendidikan dijalankan pemerintah mengalami aliansi dari kebutuhan masyarakat.
3. Sistem pendidikan nasional cenderung birokratik. Orientasi kekuasaan yang dominan melemahkan system pelayanan dalam dunia pendidikan
4. Ketika sekolah direduksi menjai perpanjangan alat birokrasi pemerintah, maka otomatis guru dan siswa pun ikut tereduksi karenanya. Nilai-nilai idealism yang seharusnya memancar dari lubuk profesinalismenya menjadi redup dan mandul akibatnya kuatnya birokrasi.
5. Sistem pendidikan yang dilaksanakan kurang beriorentasi kepada penumbuhan kreativitas dan produktivitas siswa inovatif yang ingin tahu.[1]
B. Solusi yang Ditawarkan
Berdasarkan kelemahan-kelemahan system pendidikan yang telah diuraikan A. Qodry Azizi, penulis akan mencoba memberikan solusi dari beberapa kelemahan saja, yaitu Sistem pendidikan nasional kurang mempertimbangkan kenyataan di masyarakat, dan Sistem pendidikan yang dilaksanakan kurang beriorentasi kepada penumbuhan kreativitas dan produktivitas siswa inovatif yang ingin tahu.
1. Sistem pendidikan nasional kurang mempertimbangkan kenyataan di masyarakat
Masyarakat dipandang sebagai objek daripada subjek pendidikan . Masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam keputusan dan kebijakan pendidikan. Akibatnya, pendidikan dijalankan pemerintah mengalami aliansi dari kebutuhan masyarakat.
Walaupun, kita sebagai pihak sekolah tidak dapat mengubah keputusan dan kebijakan pemerintah yang hanya melihat masyarakat sebagai objek, tetapi kita sebagai pihak bisa membuat suatu kegiatan yang menjadikan masyarakat sebagai subjek, yaitu dengan adanya Parent Day.
Parent Day yaitu suatu hari ketika yang mengajar bukan guru sebagaimana hari-hari biasa , melainkan orangtua siswa dan warga masyarakat lainnya yang memiliki keahlian di bidang tertentu yang diperlukan siswa dan mempunyai komitmen di bidang pendidikan.
Kegiatan yang hanya dilakukan selama sehari, ini bisa memberikan dampak yang baik selama berhari-hari bahkan bertahun-tahun kepada siswa dan guru.
2. Sistem pendidikan yang dilaksanakan kurang beriorentasi kepada penumbuhan kreativitas dan produktivitas siswa yang inovatif dan ingin tahu.
Dengan dilaksanakannya Parent Day, siswa merasa sangat diuntungkan karena benar-benar mendapatkan informasi baru, actual, mendalam, dan demonstratif. Sebagai contoh, ketika seorang ahli bedah saraf menjelaskan tentang system kerja saraf manusia dengan alat peraga yang fungsional, siswa benar-benar memperoleh penjelasan yang lengkap dan mendalam. Disamping itu, banyak siswa yang lantas memiliki imajinasi menjadi dokter. Begitu juga dalam bidang-bidang lainnya, senantiasa mendapat renspon positif.
Setelah siswa mendapatkan ilmu langsung dari masyarakat, daya kreativitas dan produktivitas mereka semakin meningkat, karena rasa ingin tahu mereka tentang cita-cita mereka telah terjawab langsung dari ahlinya. Mereka semakin bersemangat untuk menggapainya, sehingga ide kreativ mereka akan muncul dan mereka mulai aktif berkreasi dalam memproduksi.[2]
C. Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat membantu terwujudnya Parent Day
1. Kepala Sekolah
Jabatan kepala sekolah diduduki oleh seseorang yang menyandang profesi guru. Kepala sekolah memiliki fungsi yang berdimensi luas. Salah satu fungsi dari kepala sekolah untuk membantu terwujudnya parent day, yaitu : “Kepala sekolah sebagai inovator” Kepala sekolah yang bermutu selalu melakukan inovasi secara berkelanjutan. Inovasinya diarahkan untuk memenuhi tuntutan “mutu masa depan”. Sesuai kebutuhan masyarakat. Tindakan inovasi kepala sekolah dilakukan untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimilki atau dapat diperoleh dari lingkungan.[3]
Berdasarkan fungsi yang dijelaskan, untuk memenuhi tuntutan “masa depan” , sesuai kebutuhan masyarakat, Parent Day adalah salah satu inovasi yang bisa ditawarkan kepada kepala sekolah . Kepala sekolah dengan fungsi ini, dapat membantu terwujudnya Parent Day.
2. Para Guru
Guru yang memiliki peran sebagai penggerak, yaitu mobilisator yang mendorong dan menggerakkan system organisasi sekolah. Untuk mendorong dan menggerakkan system sekolah yang maju memang membutuhkan ide yang brilian guna mengefektifkan kinerja sumber daya manusia secara maksimal dan berkelanjutan[4]. Parent day bisa ditawarkan sebagai ide brilian kepada guru untuk menjalankan perannya sebagai penggerak. Guru juga salah satu pihak yang dapat dipertimbangkan untuk terwujudnya parent day.
3. Orangtua / Wali Murid
Orangtua berperan penting dalam pendidikan seorang anak. Joyce L. Epstein mengungkapkan bahwa cara sekolah membina anak didik direfleksikan dalam cara sekolah memperlakukan keluarga anak didik. Jika pendidik/guru memandang anak didik sebagai terdidik ( student), mereka akan cenderung melihat sekolah terpisah dari keluarga anak didik. Keluarga cenderung melakukan pekerjaannya tanpa peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Jika pendidik memandang anak didik sebagai anak-anak (children), mereka akan memandang keluarga sebagai tim kerjasama (partners) dengan sekolah dalam mendidik dan mengembangkankan pendidikan anak didik. Parent day akan terwujud jika keluarga menjadi partners tenaga pendidik , karena parent day sendiri merupakan suatu kegiatan yang membutuhkan kerjasama antara tenaga pendidik dan orangtua. Parent day adalah hari dimana orangtua atau masayarakat bisa memberikan pengetahuan mengenai profesinya kepada seluruh siswa di sekolah.
D. Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan sehingga tujuan atau perbaikan yang diharapkan dapat tercapai
Bocah Yahudi dan Nabi Muhammad Saw.
Pembuatan Susu bukti kebesaran dan Kekuasaan Allah
Jumat, 07 Agustus 2020
Ngaji Bareng: Ma'rifat Al-Islam
Ma’rifat Al-Islam (Mengenal Islam)
Oleh: Hidayati Hijjah Nasution
Assalamu’alaikum Wrohmatullohi Wabarokatuh Readersfillah… Nah, sebelumnya saya mau tanyak nih, diantara readers sekalian, sudah pada kenal Islam gak nih? Wah kenal banget :D, Yahh gak terlalu L.. Umm..Secara kan, tugas utama kita setelah baligh ya harus mema’rifat kepada Allah SWT dan include juga segala hal yang Allah SWT ciptakan dan turunkan, termasuk “Islam” juga dong tentunya..
Langsung aja deh kita mulai bahasannya..
Islam secara bahasa berasal dari kata aslama (dalam bahasa arab) yang berarti tunduk, pasrah, atau menurut. Sedangkan makna Islam secara syar’i adalah diin yang diturunkan oleh Allâh SWT. kepada Nabi Muhammad SAW yang mengatur hubungan manusia dengan Allâh SWT., dengan dirinya sendiri dan dengan manusia lainnya.
1. Islam adalah Ad-Diin
a. Bukti bahwa Islam adalah ad-diin
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيم
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (TQS. Al-Maidah: 3).
b. Bukti bahwa Islam satu-satunya agama yang diridhai
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإِسْلاَمُ
Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allâh hanyalah Islam." (TQS. Ali Imran: 19).
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (TQS. Ali Imran: 85).
2. Islam Bersifat Syumul (Menyeluruh)
Islam adalah agama yang membahas dan mengatur segala aspek kehidupan (dari yang kecil hingga besar) secara menyeluruh. Tidak aka nada satu segi kehidupan pun yang luput dari aturan Islam. Oleh karena itu, Umat islam pun juga harus masuk kedalam Islam secara totalitas juga. Demikianlah Islam, totalitas dan tidak ada istilah sekuler dalam Islam.
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ
Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (TQS. an-Nahl: 89).
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (TQS. al-Baqarah: 208).
3. Islam Bersifat Kamil (Sempurna)
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الآسْلاَمَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (TQS. al-Maidah: 3).
4. Islam Bersifat Aplikatif
Ber-Islam tidak hanya sekedar mengetahui ilmu maupun ide yang ada. Akan tetapi Islam dengan aturan-aturan yang terkandung haruslah diaplikasikan secara totalitas.
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allâh turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu." (TQS. al-Maidah: 48).
5. Islam Bersifat ‘Alamiyah (Universal)
Islam bukanlah agama yang dimiliki oleh golongan atau kaum tertentu saja. Islam bukan lah hanya untuk bangsa arab saja. Islam bukanlah untuk yang mampu berbahasa arab saja. Akan tetapi Islam berlaku untuk seluruh manusia. Islam Rahmatan Lil Alamin.
قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا
"Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allâh kepadamu semua." (TQS. al-A'raf: 158).
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَ كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُون
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (TQS. Saba': 38).
6. Islam Bersifat Tetap
Berubahnya zaman, Islam akan tetap seperti bagaimana Islam sejak diturunkan kepada Umat manusia. Jadi akidah dan syariat Islam tidak akan berubah hanya karena zamannya telah berubah. Dahulu alat transportasinya kuda dan unta sedangkan sekarang semakin canggih, seperti mobil, pesawat, sepeda motor dan lain-lain. Tapi kecanggihan zaman tidak akan merubah akidah dan syariat Islam. Walaupun begitu Islam tetap sesuai dengan zaman apapun. Dengan pengertian bahwa Zaman harus disesuaikan dengan syara’.
َمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (TQS. Ali-Imran: 85).
7. Islam Bersifat Insaniyah (Manusiawi)
Karena sesuai dengan fitrah manusia. Islam mengakomodir seluruh kebutuhan manusia, Islam tidak mengekang suatu kebutuhan juga tidak mengumbarnya, akan tetapi Islam mengaturnya dengan aturan-aturan yang terperinci. Hal itu memungkinkan terpenuhinya semua kebutuhan manusia secara fitrah yang akan membawa kesejahteraan dalam kehidupan
Wallohua’lam Bish-Showab
Sampai jumpa diedisi berikutnyaa :D
Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Sabtu, 01 Agustus 2020
Al-Qur'an membahas tentang rahim
Oleh : Rahma Wati Matondang ( KKL IAIN Padangsidimpuan 2020) Kini kita mulai membahas keajaiban janin dalam rahim, sebagaimana diutarakan A...
-
Oleh : Rahma Wati Matondang ( KKL IAIN Padangsidimpuan 2020) Di masa new normal , kita dianjurkan untuk menghindari keramaian dan menetap di...
