Oleh : Rahma Wati Matondang ( KKL IAIN Padangsidimpuan 2020)
Di masa new normal , kita dianjurkan untuk menghindari keramaian dan menetap di rumah. Sedangkan di masa normal sebelum Corona virus muncul, untuk meningkatkan ekonomi perlu keluar rumah, bertemu banyak orang, menghadiri keramaian, melakukan interaksi. Tak heran, banyak masyarakat kehilangan mata pencarian. Jadi bagaimana solusi dari masalah tersebut? Kita memerlukan mata pencarian yang tidak perlu menghabiskan waktu untuk bertemu banyak orang, salah satu nya yaitu Beternak ayam kampung petelur.Telur merupakan salah satu makanan yang selalu dicari orang karena kandungan gizinya, dan dapat diolah menjadi makanan apa saja, salah satunya dadar telur, telur rebus, telur mata sapi, bahan kue, bahan membuat pergedel, dan sebagainya.
Hal ini tentu dapat menjadi ladang bisnis untuk meningkatkan ekonomi di masa new normal. Terutama ayam kampung , sudah seperti hewan peliharaan di daerah Padangsidimpuan atau Indonesia.
Selama ini ayam kampung dikenal sebagai penghasil daging yang lezat. Sedangkan telurnya dikonsumsi kebanyakan merupakan hasil sampingan saja. Ayam kampung umumnya mempunyai ketahanan tubuh lebih kuat terhadap penyakit dibangdikan ayam ras , sehingga penggunaan obat-obat kimia untuk ayam kampung relatif lebih sedikit. Banyak orang meyakini bahwa telur ayam kampung lebih alami dibanding telur ayam ras. Telur ayam kampung mempunyai banyak kelebihan dibandingkan telur ayam ras. Rasanya lebih gurih dan bau amisnya lebih rendah dari ayam ras. Oleh karena itu , telur ayam kampung tidak hanya dikonsumsi matang tetapi sering dicampur madu, susu, jamu, dll. Selain itu telur ayam juga banyak digunakan dalam industri obat dan kosmetik.
Sumber : Kliwon sujionohadi dan Ade Iwan Setiawan, Ayam Kampung Petelur, ( Jakarta : Penebar swadaya, 2004)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar