Oleh : Rahma Wati Matondang ( KKL IAIN Padangsidimpuan 2020)
Kini kita mulai membahas keajaiban janin dalam rahim, sebagaimana diutarakan Al-Qur'an lebih dari 14 abad yang lalu, yang ternyata sesuai dengan apa yang diungkapkan ilmu pengetahuan dan hasil pemotretan modern dalam kurun waktu akhir-akhir ini. Kami katakan di akhir-akhir ini karena ilmu pengetahuan tentang janin baru diketahui secara jelas abad ke - 20 ini.Pada abad ke-17 ilmu pengetahuan menyatakan bahwa manusia diciptakan sudah dalam bentuk lengkap didalam sperma dan membesarkannya akan ditemukan di sana bentuk manusia lengkap dan sempurna. Hal ini juga memberi pengertian bahwa proses manusia tidak melalui tahap-tahap , tetapi sekaligus menjadi manusia.
Pada abad ke-18 yaitu sesudah ovum berhasil diidentifikasi, pendapat diatas berubah. Mereka menjadi menitik beratkan peran wanita dalam kehamilan dan relatif mengabaikan peran lelaki. Mereka berkata bahwa dalam ovum telah terdapat manusia lengkap, sebab ovum ukurannya lebih besar dari sperma. Sedangkan sperma hanya sekedar melakukan perkawinan.
Pendapat demikian berlanjut sampai abad ke-20 , yaitu sampai ilmu pengetahuan modern mengubahnya dengan mengungkapkan penemuan baru tentang perkembangan janin dalam rahim ibunya. Bahkan melalui alat pemotret modern dilihat perubahan dan perkembangan janin.
Namun jauh sebelum itu, Al-Qur'an telah menerangkan secara rinci tentang pertumbuhan dan perkembangan janin. Empat belas abad yang lalu, pada saat dunia masih buta sama sekali terhadap proses pembentukan dan perkembangan janin dalam kandungan. Ini tidak mungkin terjadi kecuali jika datang penjelasan dari Allah SWT
Muhammad Saw. Adalah nabi yang buta huruf dan tidak memiliki ilmu tentang manusia dan proses perkembangannya. Sedangkan Al-Qur'an adalah firman Allah SWT. yang tidak akan terganti, berubah, dan merupakan ibadah bagi pembacanya sampai hari kiamat.
Firman Allah SWT. Tentang perkembangan janin.
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal ) dari tanah. Kemudian kami jadikan dari saripati itu air mani ( yang disimpan) dalam tempat yang kokoh( rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang , lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maha suci Allah , pencipta yang paling baik" ( Q.S. Al-Mu'minun : 12-14)